Apa Efek Keracunan Kehamilan Bagi Saya?
31 January 2009 at 10:41 am by Shelomita (information, kehamilan)
Tanya:
Satu tahun yang lalu saya terkena eklampsi setelah melahirkan. Setelah sembuh saya kembali menjalankan operasi caecar lagi dikarenakan ada pembekuan darah setelah sembuh setiap saya melakukan hubungan intim saya selalu tidak bersemangat. Apa ada efek atau apa memang usia seperti saya wajar mengalami seperti itu? Arie, 30 tahun
Jawab:
Preeklampsi ataupun eklampsi sering disebut sebagai keracunan kehamilan, di mana tubuh seorang wanita hamil bereaksi terhadap kehamilan itu, ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, dan biasanya disertai dengan kaki yang bengkak, sedangkan pada eklampsi disertai dengan kejang sampai penurunan kesadaran. Penanganannya selain dengan pemberian obat-obatan biasanya dengan operasi atau upaya lain untuk mengeluarkan janin, karena gejala pada umumnya akan berkurang atau menghilang setelah janin dikeluarkan. Keadaan ini jelas menimbulkan trauma bagi ibu, baik trauma fisik dan terutama trauma psikis.
Trauma inilah yang membuat Anda tidak bersemangat untuk melakukan hubungan intim dengan suami, apalagi anda sempat dua kali mengalami operasi. Apakah ada kekhawatiran dalam diri anda untuk terjadinya kehamilan kembali bila anda berhubungan intim dengan suami? Bila hal ini yang menjadi penyebabnya, diskusikan dengan suami Anda tentang kemungkinan untuk tidak lagi menambah anak. Gunakan alat kontrasepsi yang sesuai dan cocok bagi Anda dan pasangan, sehingga Anda tidak akan khawatir akan terjadi kehamilan bila berhubungan intim dengan suami.
Bila dilihat dari segi usia, usia Anda (30 th) masih sangat muda dan berada dalam puncak usia produktif. Sehingga seharusnya Anda sangat menikmati hubungan seksual dengan suami. Namun perlu Anda ingat bahwa peran faktor psikis sangat mempengaruhi hubungan seksual, sehingga saat Anda khawatir, Anda tidak akan menikmati hubungan itu dan tidak akan bersemangat saat melakukannya. Bila perlu Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikiater untuk menghilangkan trauma tersebut.
**artikel taken from DetikHot here



