Gambaran ketebalan selaput ketuban pada ketuban pecah dini
14 February 2009 at 10:45 am by Shelomita (artikel, kehamilan, kesehatan, persalinan)
Tujuan : Mengukur ketebalan lapisan penunjang dan lapisan seluler dan jumlah lapisa
penunjang dan seluler, serta indeks morfometrik selaput ketuban secara histopatologis pad
ketuban pecah dini
Rancangan/rumusan data : Penelitian deskriptif pada dua populasi dengan melihat ketebala
selaput ketuban dan indeks morfometrik pada ketuban pecah dini serta tanpa ketuban pecah
Tempat : IGD lantai III RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Bahan dan cara kerja : dari bulan Februari 1996 s/d November 1996 dilakukan penelitian pad
pasien dengan 10 kasus pada kelompok ketuban pecah dini dan 10 kasus tanpa ketuban pecah
Hasil : Total rata-rata lapisan penunjang pada kelompok normal 15,75 ?m dan KPD 14,95 ?
(p=0,752). Di daerah tepi robekan tebal lapisan penunjang pada kelompok normal 15,72 ?m da
kelompok KPD 14 ?m (p=0,243). Tebal rata-rata lapisan seluler pada kelompok normal 49,15 ?
dan kelompok KPD 50,15 ?m dan didaerah robekan tebal lapisan seluler pada kelompok norm
37,95 ?m dan kelompok KPD 43,45 ?m (p>0,05). Rata-rata jumlah ketebalan lapisan penunjan
dan seluler pada kelompok normal 64,9 ?m dan kelompok KPD 65,11 ?m serta di daera
robekan pada kelompok normal 53,17 ?m dan kelompok KPD 57,3 ?m (p>0,05). Indek
morfometrik di daerah tepi robekan pada kelompok normal adalah 0,493 dan kelompok KP
0,327 (p>0,05)
Kesimpulan : 1) Tebal rata-rata lapisan penunjang pada kelompok normal 15,75 ?m da
kelompok KPD 14,95 ?m; 2) Tebal rata-rata lapisan seluler pada kelompok normal 49,15 ?m da
kelompok KPD 50,14 ?m; 3) Tebal rata-rata lapisan penunjang dan seluler pada kelompo
normal 64,9 ?m dan kelompok KPD 65,1 ?m; 4) Indeks morfometrik rata-rata selaput ketuba
pada kelompok normal 0,346 dan kelompok KPD 0,30; 5) Perbedaan yang ada pada kelompo
normal dan KPD pada nomor 1,2,3,4 tidak bermakna
**artikel disadur dari : Suskhan, N. Wibowo, et al. (1998). “Gambaran ketebalan selaput ketuban pada ketuba
pecah dini.” Indones J. Obstet Gynecol 22(2): 59-64.




29 September 2009 at 8:05 pm
koq aq gk ngerti ya……
9 January 2010 at 12:02 pm
Saya sangat terbantu dalam mengerjakan tugas kerja sehari hari